Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Viral! Anggota DPRD Jember Kepergok Main Game dan Merokok Saat Rapat Bahas Stunting
Advertisement . Scroll to see content

Memelihara Sanad Keilmuan Gontor, Perjalanan Panjang PP Baitul Arqom Jember Mengabdi untuk Umat

Minggu, 27 September 2026 | 05:10 WIB
  • author Tim iNews Jember
Memelihara Sanad Keilmuan Gontor, Perjalanan Panjang PP Baitul Arqom Jember Mengabdi untuk Umat
Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung di Jember, Jawa Timur, memegang peranan krusial dalam sejarah pendidikan Islam, khususnya di kawasan Tapal Kuda. Foto: ist

JEMNBER. iNewsJember.id  - Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung di Jember, Jawa Timur, memegang peranan krusial dalam sejarah pendidikan Islam, khususnya di kawasan Tapal Kuda.

Didirikan pada tahun 1959 oleh K.H. Abdul Mu'id Sulaiman bersama Kiai Mahin Ilyas dan Kiai Djawahir Abdul Muin, lembaga ini mencatatkan sejarah istimewa sebagai pesantren pertama di Indonesia yang didirikan oleh alumni Kulliyatu-l-Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor.

Pimpinan pesantren saat ini, K.H. Izzat Fahd, menegaskan bahwa hubungan historis dan ideologis antara Baitul Arqom dan Gontor bukan sekadar afiliasi kelembagaan, melainkan keterikatan sanad keilmuan dan spirit perjuangan yang telah mengakar kuat selama empat generasi.

Status sebagai pesantren alumni Gontor pertama ini disampaikan langsung oleh dzuriat pendiri Gontor K.H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, serta disaksikan oleh K.H. Akrim Mariyat dan almarhum K.H. Samsul Hadi Abdan.

Nilai-nilai, sistem KMI, hingga Panca Jiwa Gontor telah menjadi ruh pendidikan di Baitul Arqom sejak awal berdiri.

Keterikatan sanad tersebut bertumpu pada silsilah keluarga pendiri yang secara konsisten menempuh pendidikan di KMI Gontor.

Tradisi ini diawali oleh K.H. Abdul Mu'id Sulaiman selaku lulusan tahun 1943, dilanjutkan generasi kedua K.H. Masykur Abdul Mu'id lulusan tahun 1968, kemudian generasi ketiga K.H. Izzat Fahd lulusan tahun 2002 dan H. Ismat Syauqi lulusan tahun 2004, hingga generasi keempat melalui cucu-cucu pendiri seperti Basma Tania alumni Mantingan tahun 2019 serta Haekal Nawafie yang kini menempuh jenjang Calon Pelajar di Gontor.

Selain itu, beberapa cucu lain yang tidak menempuh pendidikan langsung di Gontor tetap belajar di PP Baitul Arqom yang sanad keilmuannya tetap tersambung, di antaranya Iffat Maimunah dan Muhammad Imaduddin.

Sementara itu, Azmi Farhadi dipersiapkan menempuh pendidikan kedokteran agar kelak pesantren memiliki kader dokter spesialis. H. Ismat Syauqi menambahkan bahwa jika dihitung secara keseluruhan, terdapat lebih dari 30 hingga 50 anggota keluarga besar K.H. Abdul Mu'id Sulaiman yang mengenyam pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai bentuk komitmen menjaga sanad kepondokmodernan.

Kelahiran Baitul Arqom pada dekade 1950-an juga tidak lepas dari dinamika perjuangan kemerdekaan dan penguatan benteng moral bangsa.

Sejak masa pra hingga pasca-kemerdekaan, para perintis aktif membina masyarakat desa serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme berbasis keislaman. Di tengah situasi kemasyarakatan yang sempat terkotak-kotak oleh batas primordial pada masa awal berdirinya, Baitul Arqom mengadopsi prinsip Gontor yaitu berdiri di atas dan untuk semua golongan.

Model pendidikan tersebut terbukti mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat. Santri Baitul Arqom berasal dari latar belakang organisasi yang beragam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, dan Al-Irsyad, serta datang dari berbagai pelosok Indonesia mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Seluruh santri menyatu selama menempuh pendidikan dan kembali mengabdi di komunitasnya masing-masing setelah lulus, menjadikan Baitul Arqom hadir sebagai perekat umat.

Selama lebih dari enam dekade berkiprah, pesantren ini telah melahirkan ribuan alumni di berbagai sektor strategis nasional, salah satunya Jenderal Polisi Purnawirawan Badrodin Haiti yang pernah menjabat sebagai Kapolri. K.H. Izzat Fahd berharap di usianya yang makin matang, Baitul Arqom dapat terus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat sesuai dengan nilai Panca Jiwa.

Menghadapi tantangan zaman, PP Baitul Arqom terus memperkuat kedaulatan pendidikan dan karakter santri. Berada di kawasan agraris, pesantren ini kini melangkah maju mengembangkan potensi berbasis ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi umat tanpa mengesampingkan kedalaman tradisi keilmuan KMI. Sebagaimana dijelaskan oleh Direktur Badan Wakaf dan Amal Usaha, H. Muhammad Imaduddin, pengembangan sektor pertanian ini menjadi pelengkap yang menyelaraskan karakteristik masyarakat lokal dengan kurikulum KMI yang diterapkan secara murni.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut